Cerita Sabtu Siang

10:55 AM

Awalnya mau pergi bertiga, tetapi ada suatu hal yang lebih urgent jadi Wina enggak bisa ikutan pergi.
Akhirnya hanya aku dan Chidori yang pergi untuk makan eskrim berdua, romantic banget kan kita. Sebenarnya sangat menyimpang sih dari rencana awal: kongkow kemudian photobox bertiga jadi makan eskrim deh. Gocengan ditambah dua ribu pula.  

Pergi tanpa rencana memang hal yang lebih berpotensi untuk terlaksana. Yang tadinya direncanain dari jaman baheula biasanya malah hanya wacana. Sedangkan makan eskrim berdua hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam sebelumnya untuk menentukan dimana kita mau makan. Jatuhlah pilihan kami ke… eskrim gocengan-ditambah-dua-ribu yang sukanya dibeli adek-adek SMP itu.

Karena lupa hari, aku iya-iya-in aja pilihan Chidori buat beli eskrimnya di daerah Malioboro –Yah ketebak beli eskrim apa- dengan berbekal ingatan super soktau, akhirnya aku mencoba jalan yang pernah aku lewati dari kampus ke Malioboro. Parah sih emang. Katanya orang Jogja tapi bahkan belum hafal jalanan jogja dan kerennya lagi, temen bahkan send voice note dia tentang aku yang nggak pernah hafal jalan ‘Kamu dari jaman nabi emang nggak ditakdirin buat tau arah, Peh. jadi, so, kowe menengo wae orasah sinau arah. oke? ndak mbangane mumet’. Sinta namanya. Miris banget emang.

Yah, malah muter-muter. Oke, jadi bekal ingatan super soktauku itu malah malu-maluin diri. Harusnya dari pertigaan Ganesha Operation tinggal kekiri terus muter Kridosono, malah mundur dan puter balik cari gang yang keluarnya sebelah GO biar bisa langsung nyebrang tanpa harus lompat pembatas jalan. 

Kemudian, setelah berbalik dan menemukan pertigaan, aku Cuma pilih jalan ke kiri dan asal ngikutin jalan dan tiba-tiba… mati, ketemu pertigaan yang asing, musti kemanaa. Waze mati, sendirian pula. Hmm. akhirnya aku belok kiri, eh udah masuk badan jalan lihat ke kiri ada penunjuk jalan ‘No Entry’ merah gitu. Ya Allah baiklah, kemudian aku memilih mundur lagi dan asal belok kanan padahal nggak ngerti tembus mana. Jalannya naik. Aku asal tebas dan ternyata jengjeng… tembusnya pertigaan Raminten yang ada Ban-ban gitu. Jadi malu sama diri sendiri, senyum-senyum sendiri di dalam. 

Seperti ada ilham yang masuk *elah* akhirnya aku mencoba untuk memutari kridosono dan akhirnya ketemu Malioboro :’) Malioboro dengan kepadatannya yang MashaAllah. Nggak dapet parkir bukan masalah yang nggak biasa. Walhasil parkirlah di dekat SMPku. Menuju eskrimnya? Jalan dong. Ehm sendiri, biar sehat. Ehm.

Singkat cerita, aah akhirnyaa aku ketemu makhluk yang paling mengerti aku: Chidori harusnya ada Wina. Tapi, it’s okay kita akan bertemu di lain hari. Kami duduk dan aku pergi untuk pesan eskrim. Setelah antri panjang
‘Mbak eskrimnya cair nih gimana, nggak papa?’
‘Eum.. gapapa deh mbak’ yang penting nggak secair air sepertinya nggak papa, batinku.
Bersama eskrim dan Chidori akhirnya kami bercerita beberapa hal. Tapi, kayaknya yang paling banyak cerita aku sih… nggak papa, Chidori bilang dia pendengar yang setia kok. Chidori emang yang paling ngerti. Kalau sama dia, apa aja yang nggak lucu bisa jadi bahan tawa. Bahkan ada binatang kecil yang tiba-tiba lewat di meja kami aja membuat kita saling berpandangan *cie* kemudian tertawa. Emang kalo sama Chidori –apalagi ditambah Wina- pertemuan isinya Cuma ketawa hahaha.

Sekitar dua jam kami bersama, yuhuu. Dibarengi dengan cari makan karena nasi di rice cooker Chidori belum pada masak. Akhirnya kami beli ‘Nasi kotak’ sepuluh ribuan. Perjalanan ke lantai atas aja banyak bahan buat ketawa: Maskot, perhiasan, Koper, pertanyaan Chidori ‘Ada nggak ya Peh escalator turun tapi naik?’, restoran, dan lain sebagainya. Di tempat yang berbeda itu, juga cerita beberapa hal dan kayanya gantian aku yang berisik buat kepoin Chidori hahaha dan akhirnya berhasil kepo juga sih.

Jam 4.08 pm kami memutuskan untuk pulang dan Chidori baik sedunia mau anterin ke parkiran yang lumayan jauh. Aku nebeng dia. Mau nebeng aja masih ngetawain Plat nomor. 

Kemudian, aku aru sadar hari ketika nyampe dirumah pukul 5.19 pm. Hm.. sejam lebih ternyata.
‘Kok lama banget si? Kan dari sana jam 4.’ Tanya Ibu.
‘Iyaa macet banget aku lewat Malioboro’
‘Ngapain lewat situuuu cari kerjaan’
‘Laj ketemuannya disitu soalnya’
‘Ini Yah, Upah malah lewat Malioboro dah tau malem minggu’ Oh My God Ibu bilang ke Ayah, malu.
‘Oh iya yaampun ini malem minggu ya’ batinku.
‘Walah, jangan bilang lewat progo juga?’
‘ehehe… iya yah.’
‘Macet banget itu, besok-besok ambil kiri aja biar tembus Jambuluwuk’
……
Padahal aku lupa jalan yang dimaksud Ayah. Tapi.. tak apalah yang penting sudah bahagia hari ini. Sudah Sabtu siangan sama Chidori. Sudah bahagia ditambah Masku akhirnya menepati janjinya untuk Brownies keju Aman*da. Wihi, malam minggu ditemani kue itu dan, ehm tugas. 

Baiklah, sepertinya sudah masuk jam nugas. Tugas yang sebentar lagi perlahan akan selesai. Semangat Mengerjakan tugas bagi yang sedang mengerjakan *nyemangatin sendiri*, semangat belajar untuk para pejuang UAS besok senin, semangat berleha bagi yang nggak ada tugas atau yang mau baik hati menemani saya nugas *Ngomong ke makanan* atau mungkin ada yang baik hati mau bantuin mengerjakan tugas, waktu dan tempat dipersilakan.  

Ayo Semangat dan yang kuat, karena Allah nggak suka yang lemah!

19/12/15 Kasur, sebelum jam nugas.
Ulfah Choirunnisa

Baca ini juga, yuk!

1 comments

  1. Permainan Sbobet dan Judi Bola88 merupakan permainan taruhan judi bola online yang sangat populer di Indonesia.
    Sekarang, Anda sudah bisa bermain kapan saja dan di mana saja.
    Manilabet365 juga menyediakan deposit pulsa tanpa potongan, sehingga Anda semakin mudah untuk bertransaksi.
    Daftar di : https://sites.google.com/view/jokerslotonline/sbobet
    WhatsApp : +6282163483281

    -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

    Taurustogel merupakan Situs Judi Online Terpercaya di Indonesia

    ReplyDelete